INFO AUTOMOTIVE

Quester Euro5, efisiensi Solar dan emisi “Hijau” adalah Keuntungan Utama

SudutOtomotif.com – PT UD Astra Motor Indonesia (UD AMI) secara resmi meluncurkan Quester Euro5 hampir pada Jum’at (25/3/2022) Kemarin. Truk Quester ini sangat istimewa di industri kendaraan niaga berat karena diklaim memiliki standar Euro5 dengan efisiensi diesel dan emisi gas buang yang lebih “hijau” sebagai keunggulan utama.

Odawara Toshihiko selaku direktur baru UD AMI mengatakan bahwa produk baru mereka sebagai tanggapan atas penerapan peraturan emisi gas buang domestik Euro4 mulai April 2022.

Direktur Pemasaran dan Purna Jual UD AMI, Aloysius Chrisnoadhi, juga mengatakan pihaknya sangat mendukung program pemerintah untuk memperkenalkan mobil ramah lingkungan.

“Kami bertekad untuk menawarkan teknologi transportasi yang efisien, ramah lingkungan dan bermanfaat bagi semua orang untuk Indonesia hijau”.

Keuntungan dari Quester Euro5

Keunggulan Quester Euro5 yang sering disebutkan adalah ia memiliki teknologi kontrol emisi yang lebih maju dengan menggunakan selective catalytic reduction (SCR). Teknologi ini diklaim mampu melindungi mesin agar selalu awet, irit bahan bakar, dan aman.

Menurut UD AMI, ada dua cara untuk menurunkan kadar nitrogen oksida pada knalpot kendaraan sesuai dengan peraturan pemerintah.

Yang pertama dengan Selective Catalytic Reduction (SCR) penyemprotan urea cair (AdBlue) ke dalam gas buang dalam sistem terpisah dari mesin utama sebelum dibuang ke atmosfer.

Kedua, sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR) yang memasukkan kembali gas buang ke dalam mesin agar suhu ruang bakar diturunkan sehingga kadar nitrogen oksida juga turun.

Konsumsi AdBlue hanya 3-5% dari konsumsi solar, yang berarti satu pengisian AdBlue setara dengan 4 kali pengisian solar penuh.

Agar lebih mudah bergerak, Quester Euro5 juga dilengkapi dengan tabung cadangan AdBlue 10 Liter yang cukup untuk menempuh jarak 750 Km.

Bicara soal performa, Quester Euro5 dibekali tenaga mesin lebih besar yakni 410 hp dengan torsi maksimal 1.990 Nm.

 

Layak Dijual, Biaya perawatan Honda Brio Amat Murah

SudutOtomotif.com – Salah satu alasan Honda Brio laris di pasaran adalah biaya perawatannya yang lebih rendah. Sangat murah, bisa membuat pikiran pemilik Brio sangat mudah.

Hingga saat ini, Honda Brio masih menjadi tulang punggung penjualan PT Honda Prospect Motor (HPM). Pada Februari 2022, Honda Brio menyumbang 54% dari seluruh penjualan.

Secara total, Honda Brio mencatatkan penjualan sebanyak 4.573 unit pada Februari 2022. Jumlah tersebut terbagi atas penjualan Honda Brio Satya sebanyak 3.424 unit dan Honda Brio RS sebanyak 1.149 unit.

Jika dilihat, jual adalah yang terbaik. Maka tak heran jika Honda Brio banyak terlihat berkeliaran di jalanan kota-kota besar dan di wilayah lain di Indonesia.

Seperti yang sedikit kami jelaskan di atas, biaya perawatan Honda Brio sangat murah. Pada artikel kali ini kami akan membeberkan kisaran biaya perawatan Honda Brio di bengkel resmi untuk varian yang dilengkapi transmisi otomatis CVT saat memasuki jarak tempuh 50.000 Km hingga 100.000 Km.

Pasalnya, hingga 50.000 Kilometer, Honda tetap mengenakan biaya servis. Oleh karena itu, kami akan membeberkan kisaran biayanya saat mobil memasuki jarak lebih dari 40.000 Km.

Biaya perawatan Honda Brio

Layanan 50.000 Km

Selama 50.000 Km servis di bengkel resmi, hanya 3 komponen yang diganti. Ketiganya terdiri dari Oil mesin, ring tanda Oil , dan dua botol minyak rem.

Soal harga, perkiraan biayanya tidak terlalu mahal. Menurut situs resmi Honda, kisaran uang yang dikeluarkan hanya IDR. 600.000,-.

Biaya Perawatan 50.000 Km

Oil mesin Rp500 ribu
Ring tab Oil Rp8 ribu
Gemuk rem 2 @Rp30.000 Rp60 ribu
PPN 10% Rp56.800
Biaya jasa + PPN 10%
Total Rp624.800

Layanan 60.000 Km

Dengan jarak tempuh 60.000 km, Honda tidak lagi mendapatkan biaya servis gratis. Artinya semua pekerjaan di bengkel resmi sudah dikenakan biaya servis.

Pada service ini biaya perawatan Honda Brio masih sangat murah. Estimasinya hanya IDR. 890.000,-.

Namun sayangnya, situs resmi Honda tidak mengungkapkan berapa biaya servis yang harus dikeluarkan. Namun, perkiraan angka di bawah ini masih sangat murah.

Biaya Perawatan Honda Brio 60.000 Km

Oil rem 3 liter @Rp25.000 Rp75 ribu
Filter Oil mesin Rp37 ribu
Oil mesin Rp500 ribu
Filter udara Rp135 ribu
Ring tab Oil Rp8 ribu
Gemuk rem 2 @Rp30.000 Rp60 ribu
PPN 10% Rp81.500
Biaya jasa + PPN 10%
Total Rp896.500

Layanan 70.000 Km

Memasuki 70.000 Kilometer, biaya perawatan Honda Brio pun lebih murah. Kisaran dana yang harus disiapkan sekitar IDR. 600.000,-.

Dalam servis ini, kendaraan hanya menerima penggantian komponen Oil mesin, filter Oil mesin, dan pelumas rem saja. Memasuki mileage ini lagi, belum termasuk kisaran biaya servis yang harus dikeluarkan.

Biaya Perawatan Honda Brio 70.000 Km

Oil mesin Rp500 ribu
Ring tab Oil Rp8 ribu
Gemuk rem 2 @Rp30.000 Rp60 ribu
PPN 10% Rp56.800
Biaya jasa + PPN 10%
Total Rp624.800

Layanan 80.000 Km

Setelah masuk 80.000 Km, berapa biaya perawatan Honda Brio? Setelah ditelusuri, ternyata layanan ini membutuhkan biaya lebih.

Namun menurut kami, angka tersebut masih dalam taraf normal dan masih dalam jangkauan volume pelayanan di bengkel resmi di kisaran IDR. 1,5 juta.

Berapa biayanya? Tenang saja, bahan-bahan yang disubstitusi di layanan ini juga lebih banyak dari yang sebelumnya.

Biaya Perawatan Honda Brio 80.000 Km

Filter Oil mesin Rp37 ribu
Oil mesin Rp500 ribu
Filter bensin Rp391 ribu
Ring tab Oil 2 @Rp8 ribu Rp16 ribu
Busi 4 pcs @Rp22 ribu Rp88 ribu
Oil transmisi Rp297 ribu
Gemuk rem 2 @Rp30.000 Rp60 ribu
PPN 10% Rp138.900
Biaya jasa + PPN 10%
Total Rp1.527.900

Layanan 90.000 Km

Setelah mencoba beberapa kali penggantian komponen di 80.000 Km, kemudian di 90.000 Km biaya turun lagi.

Kisaran uang yang dikeluarkan oleh pemilik hanya sekitar IDR. 770.000,-. Pada servis ini, komponen kendaraan seperti Oil mesin, filter udara, ring tanda Oil dan Oil rem diganti.

Biaya Perawatan 90.000 Km

Oil mesin Rp500 ribu
Filter udara Rp135 ribu
Ring tab Oil Rp8 ribu
Gemuk rem 2 @Rp30.000 Rp60 ribu
PPN 10% Rp70.300
Biaya jasa + PPN 10%
Total Rp773.300

Layanan 100.000 Km

Apa jadinya jika Honda Brio berlari 100.000 Km? Apakah akan ada banyak penggantian komponen saat diservis?

Ternyata pada servis 100.000 Km penggantian komponen Honda Brio sangat sedikit. Kisaran dana yang harus disiapkan pemilik mobil hanya IDR. 600.000,-.

Artinya, biaya perawatan Honda Brio hingga 100.000 Km terbilang murah. Tak heran jika mobil mungil ini menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia.

Pada servis ini, komponen yang diganti hanya filter Oil mesin, Oil mesin, ring tanda Oil dan gemuk rem. Jika Anda melihat komponen-komponen ini, mereka hampir pasti akan diganti saat perawatan.

Berikut adalah daftar lengkapnya.

Biaya Perawatan 100.000 Km
Filter Oil mesin Rp37 ribu
Oil mesin Rp500 ribu
Ring tab Oil Rp8 ribu
Gemuk rem 2 @Rp30 ribu Rp60 ribu
PPN 10% Rp60.500
Biaya jasa + PPN 10%
Total Rp665.500

Jika melihat data di atas, sepertinya Honda Brio layak disebut low maintenance. Mungkin ini salah satu alasan banyaknya permintaan Brio di pasaran.

Namun jika melihat dari harganya, maka menurut kami Honda Brio tidak pantas lagi disebut sebagai mobil murahan. Berdasarkan harga jual yang ditawarkan, Brio memiliki harga terendah IDR. 153 juta dan termahal IDR. 219 juta (per Maret 2022).

 

[Otomotif] Usai MotoGP, Sirkuit Mandalika Mulai Tampil Oleh Penyelenggara Balap Dunia | Ini Komentar Marquez Usai Kecelakaan di MotoGP Mandalika!!

SudutOtomotif.com – Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika diharapkan semakin populer dan terlibat dalam perhelatan balap global.

Apalagi, sejumlah penyelenggara global sudah mulai tertarik menggelar ajang balap di lintasan di pulau Lombok itu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Ono mengatakan, saat ini banyak penyelenggara balap internasional yang berminat dan berminat menggelar event balap di Sirkuit Mandalika.

Kemudian, pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengalami kecelakaan fatal di MotoGP Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Internasional Jalan Pertamina Mandalika, Minggu (20/3/2022) kemarin.

Akibat kecelakaan itu, Marquez tak bisa mengikuti balapan pembuka di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Marquez mengalami kecelakaan setelah gagal membalik motor RC213V miliknya di Tikungan 7 saat melakukan pemanasan.

Lengkapnya, Berikut ini daftar 5 artikel terpopuler di Automotive Channel Senin 21 Maret 2022.

1. Usai MotoGP, Sirkuit Mandalika mulai ditampilkan oleh penyelenggara balapan global

Menurutnya, Grand Prix Pertamina di Indonesia membuat mata dunia tertuju ke Indonesia, tepatnya di Sirkuit Jalan Internasional Pertamina Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Saat ingin menyerahkan pemenang di Moto 2, saya duduk dengan pejabat FIFA yang menyebutkan ada beberapa balapan internasional yang meminati Mandalika,” kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Senin. 2022).

Mulai melirik Indonesia sebagai tempat pertunjukan internasional, bukan tanpa alasan. Indonesia dinilai sukses menyelenggarakan ajang balap kelas dunia.

2. Ini Komentar Marquez Usai Kecelakaan Motor Mandalika

Kecelakaan tersebut menyebabkan sepeda motor dan tubuh Marquez terpental ke udara, hingga akhirnya terguling di kerikil. Untungnya, Marquis masih bisa berjalan ketika Marshal menemaninya.

Usai mengalami kecelakaan, Marquez langsung dibawa ke RS Mataram untuk menjalani pemeriksaan. Tak lama kemudian, ia kembali menggunakan helikopter Pasarnas.

Alhasil, pebalap Spanyol itu dinyatakan tidak bisa berlaga di MotoGP Mandalika 2022 karena sempat mengalami gegar otak akibat sejumlah benturan di kepalanya.

3. Tepati janji, ini momen Alex Espargaro lempar helm ke keramaian di Mandalika

Pembalap Aprilia Racing Alex Espargaro memenuhi janjinya untuk melemparkan helmnya ke tribun penonton usai Balap Motor Indonesia yang digelar di Sirkuit Internasional Jalan Pertamina Mandalika, Minggu (20/3/2022) kemarin.

Sebelumnya, Alex berjanji akan siap membagikan helm kepada masyarakat Indonesia yang beruntung jika memenuhi syarat yang ditawarkan.

Melalui unggahan akun Instagram pribadinya, Alex mengungkapkan, bahwa syarat untuk melakukan prosedur ini adalah followers atau pengikutnya di Instagram mencapai 1.000.000 sebelum hari Minggu.

4. Oliveira mendedikasikan kemenangannya untuk Raisman, staf hotel di Lombok

Grand Prix Pertamina di Indonesia telah ditunda karena hujan lebat. Dalam kondisi trek basah, Miguel Oliveira menang.

Pembalap KTM Factory Team ini tercatat sebagai juara pertama balapan MotoGP Mandalika. Selain itu, ia memenangkannya dalam kondisi balapan yang sulit.

Jalur basah menghadirkan kesulitan tersendiri, seperti jarak pandang yang tidak sempurna, medan licin, dan potensi helm mengalami pengembunan.

5. Direktur Balap MotoGP memuji penampilan Marshal di Mandalika

Komponen penting dari MotoGP Speedway di Sirkuit Mandalika adalah marshal. Tugasnya sama pentingnya dengan divisi lain di atas ring.

Race Director dan Race FIM Mike Webb mengaku sangat puas dengan penampilan para course keeper di hari kedua Grand Prix Pertamina di Indonesia.

Mampu dan gesit membersihkan permukaan lintasan, Marshal dikatakan telah menunjukkan peningkatan kemampuan yang cepat sejak penugasan pertama mereka.

 

Dominasi Podium di GP F1 Bahrain, Apakah Saatnya Ferrari Menjamu Gelar?

Scuderia Ferrari kini menjadi favorit juara Formula 1 musim 2022 setelah merebut podium 1 dan 2 di F1 GP Bahrain beberapa waktu lalu.

Scuderia Ferrari tampaknya mulai menemukan kembali sentuhan mereka, setelah mereka tampil sengit di GP Bahrain akhir pekan lalu.

Dua pembalap Ferrari, Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr., berhasil membuat penampilan menawan dan naik ke podium 1 dan 2.

Prestasi ini seolah menghilangkan dahaga tim Kuda Jingkrak, setelah prestasi serupa terakhir diraih pada 2007 silam.

Saat itu, Ferrari juga berhasil merebut gelar juara dunia dengan Kimi Raikkonen sebagai juara dunia 2007.

Namun, Raikkonen adalah pembalap terakhir bagi juara dunia Ferrari, sebelum gelar panjangnya sejauh ini mengering.

Selain itu, Ferrari juga belum meraih gelar konstruktor sejak 2008 dan gelar ini menjadi incaran dalam beberapa musim terakhir.

Tercatat, Ferrari gagal sukses dalam perebutan gelar Formula 1 pada 2017 dan 2018.

Setelah itu, Ferrari melihat peningkatan di enam besar dengan tiga kemenangan beruntun di paruh kedua musim 2019.

Keberhasilan ini sepertinya tidak akan berlanjut hingga musim 2020 setelah regulasi FIA memaksa mereka untuk tidak ngebut lurus.

Ferrari bisa menunjukkan kekuatan terbaik

Aturan ini tampaknya berdampak pada kinerja tim secara keseluruhan, setelah merosot pada 2020 ke peringkat enam konstruktor, kinerja terburuknya dalam 40 tahun.

Namun, Ferrari perlahan bangkit kembali pada tahun 2021 dan kembali ke posisi tiga besar untuk konstruktor.

Di sisi lain, Ferrari mampu menunjukkan dirinya setelah perubahan terbesar dalam aturan Formula 1 setelah Charles Leclerc kembali ke podium pertama.

Ini menunjukkan bahwa tim nasional Italia memiliki mobil terbaik untuk bersaing dengan tim lain.

“Saat kami memasuki musim, kami tahu pasti bahwa kami akan berada di posisi yang lebih baik daripada dua tahun terakhir,” kata Leclerc.

“Tetapi kami tidak benar-benar tahu di mana dan sekarang kami melihat bahwa kami bersaing memperebutkan gelar. Jadi itu bagus.”

“Saya pikir kami berdua sudah memiliki mobil pemenang dan kami pasti akan berjuang untuk gelar,” tambah Leclerc.

Rekan setim Leclerc, Carlos Sainz, senang dengan kerja keras Ferrari, serta mampu menyalip Max Verstappen dari Red Bull untuk masuk ke posisi kedua.

Bahkan, hanya dua pebalap Ferrari yang mampu finis 1-2 di GP Singapura 2019 sebelumnya.

Sainz mengatakan bahwa kesuksesan adalah saat Ferrari kembali ke papan atas.

Ferrari bisa mengalahkan Max Verstappen

“Satu – dua dan di mana tim seharusnya berada dalam dua tahun terakhir. Ini adalah kerja keras kami dan itu terbayar dengan sikap ini,” kata Sainz.

Penampilan menawan para pebalap Ferrari itu bisa diilustrasikan saat Max Verstappen nyaris finis di posisi pertama dan kedua, terutama Charles Leclerc.

Pembalap muda asal Monaco ini berhasil membawa Ferrari menutup pergerakan Verstappen melalui pertarungan dan strategi yang sempurna.

Di GP F1 Bahrain 2022 Charles Leclerc mampu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 jam 37 menit 33.548 detik, atau hanya tertinggal 5.598 detik dari rekan setimnya Carlos Sainz Jr.

Hasil ini membuat dua pebalap Ferrari berhak atas poin terbanyak, yakni Leclerc yang mengumpulkan 25 poin plus poin tambahan untuk mencatatkan lap tercepat.

Mayoritas pemasok mobil utama Indonesia optimis dengan masa depan

SudutOtomotif.com – Hingga 85 persen pemasok mobil utama di Indonesia mengatakan mereka optimistis dengan masa depan industri meskipun situasi pandemi COVID-19 saat ini, menurut survei pemasok mobil PwC Indonesia yang dirilis pada (21/3/2022).

“Temuan laporan ini menunjukkan bahwa pemasok memiliki keyakinan yang sama dengan produsen mobil bahwa Indonesia adalah pasar yang layak untuk berinvestasi dengan prospek pertumbuhan yang kuat,” kata Hamdani Dzulkarnin Salem, presiden Asosiasi Industri Peralatan Otomotif dan Sepeda Motor, atau GIAMM.

Survei ini disiapkan oleh PwC Indonesia bekerja sama dengan GIAMM. Survei dilakukan dari Desember 2021 hingga awal 2022 dengan perusahaan pemasok mobil besar di Indonesia sebagai peserta.

Menurut Hamdani, ketangguhan dan keteguhan yang ditunjukkan industri otomotif Indonesia di tengah gejolak ekonomi akibat pandemi COVID-19 menjadi hal yang sedang digarap oleh seluruh pemangku kepentingan industri saat ini.

Sebagai informasi, industri otomotif Indonesia mengalami penurunan total volume industri sebesar 48,4 persen pada 2020. Sementara tahun lalu, industri otomotif Indonesia mengalami pemulihan yang kuat sebesar 36,3 persen.

Berdasarkan survei tersebut, 58 persen responden mengatakan bahwa pendapatan pada tahun 2021 meningkat lebih dari 30 persen, dibandingkan pendapatan pada tahun 2020. Secara keseluruhan, hanya 10 persen responden yang menyatakan bahwa pendapatan mereka lebih rendah dari pada tahun 2020.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa responden sangat mengharapkan pertumbuhan pendapatan di tahun berikutnya. Belanja konsumen diperkirakan akan meningkat di tahun-tahun mendatang, yang akan berdampak positif pada produsen peralatan asli (OEM) dan pemasok kendaraan.

Hamdani mengatakan para pelaku industri mewaspadai gejolak rantai pasokan global dan ancaman ekonomi eksternal yang sedang berlangsung. Dia menilai, pelaku merespons keadaan tersebut dengan mencari alternatif pemasok lokal.

“Kami berharap gangguan rantai pasokan akan terus berlanjut, tetapi para pemain siap dan mampu beradaptasi dengan tantangan ini,” katanya.

Hamdani memprediksi sentimen konsumen yang mengharuskan produsen mobil menyediakan mobil yang sesuai dengan selera digital modern akan berkembang di tahun-tahun mendatang.

Selain itu, kebutuhan kendaraan listrik (EV) sebagai jawaban atas isu sustainability yang diusung pemerintah secara bertahap akan berkembang.

“Saat kita berada di awal era digital dan era mobil listrik, kelas menengah di Indonesia harus terus tumbuh, dan daya beli konsumen akan pulih dan berakselerasi. Hal ini akan mendorong pemasok untuk bersiap menjawab kebutuhan komponen yang sesuai dengan tuntutan pasar yang terus berkembang ini,”

Ingin memiliki Sepeda Motor listrik, lebih Baik beli Baru atau Convert?

Pemerintah saat ini terus mendorong penggunaan motor listrik karena dinilai lebih ramah lingkungan. Cepat atau lambat, sepertinya sepeda motor listrik kini sedang menjadi tren. Bagi calon konsumen yang tertarik dengan motor listrik, kini sangat mudah untuk mendapatkannya.

Sudah banyak merek sepeda motor listrik yang beredar di pasaran, mulai dari merek dalam negeri seperti Gesits hingga impor.

Namun, ada alternatif lain bagi Anda yang ingin menuju elektrifikasi yang lebih murah, yaitu dengan mengubah atau memodifikasi motor bakar konvensional menjadi motor listrik.

Keunikan dari konversi ini adalah menggunakan motor tua yang bisa diubah menjadi motor listrik. Sehingga pemiliknya tetap merasa dekat dengan motor tua tapi punya hati millennium.

Jadi bagi yang baru mengenal motor listrik, lebih baik beli motor baru atau convertible?

Bagi masyarakat yang baru menggunakan sepeda motor listrik, sebaiknya membeli sepeda motor baru, kata Dharmawan Somaatmadja, dealer Emostra Garage.

“Mengapa? Karena semuanya sudah dipikirkan. Ada jaminan dan pasti memikirkan kriteria lain.”

Sedangkan kekurangannya adalah konsumen harus berkompromi dengan desain dan spesifikasi yang ada. Sedangkan jika konversi dapat dibangun sesuai kebutuhan.

Dari segi spesifikasi turun ke kemampuan. Tetap sesuai permintaan. Saat ini biaya tertinggi adalah baterai.”

Hal senada diungkapkan Ario Zainuddin yang meminjam editor elektrik RX-King beberapa waktu lalu. Dia mengatakan konversi itu dilakukan untuk memberikan “nafas” baru.

“Kecuali orang seperti saya yang tidak suka motor baru, mereka suka motor lama”.

 

Ketika Mobil diparkir di Tempat terbuka, Apakah Anda perlu membuka jendela?

SudutOtomotif.com – Saat parkir di tempat terbuka, ada anggapan bahwa kaca harus dibuka sedikit, karena dapat membantu melancarkan sirkulasi udara di dalam kabin.

Jika kendaraan diparkir di area tanpa atap atau terkena sinar matahari langsung, suhu udara di dalam kabin akan lebih cepat naik. Tidak hanya itu, dalam jangka panjang bagian dalam juga bisa rusak atau melebar.

Koordinator pelaksana divisi technical services PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi menjelaskan interior mobil mengembang dan mengembang pesat saat parkir di area panas.

Dia menambahkan bahwa membuka jendela mobil sedikit secara teknis dapat mengurangi tekanan karena suhu tinggi di kabin mobil.

“Kalau ruangannya tertutup, panas dan tekanannya tinggi. Tapi kalau dibuka sedikit (jendela mobil), akan turun,” terang Bambang kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Namun jika dilihat dari segi keamanan, kebiasaan ini bisa berbahaya, apalagi jika kendaraan diparkir di area rawan atau kurang pengawasan.

Kepala bengkel Bekasi Auto2000, Sapta Agung Nugraha menjelaskan, menurunkan kaca depan saat parkir bukanlah hal yang harus dilakukan. Dikatakannya, sirkulasi udara di dalam mobil sudah ada tanpa harus menurunkan kaca jendela.

“Mengurangi kaca depan justru bisa kontraproduktif, karena bisa jadi benda asing atau bahkan berujung pada tindak kriminal. Kondisi ini akan semakin parah jika mobil berada di garasi tanpa atap seperti port mobil di depan rumah. ”

Alternatif lain yang bisa dilakukan adalah membuka jendela saat pengemudi hendak menggunakan mobil usai parkir, lalu menyalakan AC untuk sirkulasi udara, jelas Sabta.

Dapatkan update berita pilihan dan berita terkini setiap hari dari SudutOtomotif.com.

Toyota menghentikan produksi mobil lagi karena krisis microchip

SudutOtomotif.com – Krisis microchip yang melanda industri otomotif global tetap menjadi momok menakutkan bagi produsen mobil seperti Toyota. Pasalnya, efek dari kelangkaan komponen tersebut, terpaksa menghentikan sementara produksi beberapa model.

Pada peluncuran Autoindustriya, model Toyota yang mengalami penundaan termasuk Corolla Sport, Camry, Noah dan Voxy. Selain itu, tidak hanya model Toyota yang terpengaruh, tetapi juga merek mewahnya, Lexus. Tercatat ada empat model yang dihentikan produksinya, termasuk LS, IS, RC dan RC F.

Secara umum, efek kapasitas produksi telah sangat berkurang. Biasanya, mereka bisa memproduksi sebanyak 750.000 kendaraan tanpa terpengaruh krisis ini.

Namun, karena kelangkaan ketersediaan komponen tersebut, kapasitasnya dikurangi menjadi 150.000 unit.

Selain itu, Toyota juga harus menghentikan produksi untuk pabriknya di Jepang. Pabrik yang harus berhenti berproduksi sepanjang April 2022 adalah pabrik Kyushu Miyata dan pabrik Iwate yang terletak di Jepang timur.

Waktu henti pabrik, model seperti CH-R, JDM Yaris dan Yaris Cross, serta model Lexus seperti NX, ES RX dan CT juga berpengaruh karena komponen microchip masih sangat terbatas.

Selain Toyota Motor Company, tampaknya produsen lain juga merasakan dampak krisis microchip tersebut. Analisis memperkirakan bahwa kekurangan akan berkurang pada akhir tahun ini.

 

Jelajahi interior Hyundai Creta, dan Rasakan sentuhan Sport dan Elegan

SudutOtomotif.com – Hyundai Creta resmi diluncurkan pada November 2021. Eksteriornya cukup unik dengan lampu depan DRL yang menyatu dengan gril.

Selain desain eksteriornya yang unik, interior Creta juga tak kalah menarik. Dasbornya didominasi material plastik, namun terlihat elegan.

Warna hitam mendominasi dashboard, dengan aksen silver dan chrome di beberapa bagian. Panel instrumen yang tersedia juga berukuran besar, begitu juga dengan head unitnya.

Meski panel instrumen tidak dicat dengan material soft-touch, namun terasa mewah dengan hadirnya ambient light.

Kemudinya dilapisi kulit sehingga nyaman digenggam, dan juga terlihat lebih elegan. Material soft-touch lainnya hanya terdapat pada door trim, khususnya pada elbow kusen.

Konsol tengah didekorasi dengan warna hitam mengkilap, juga dikenal sebagai piano black. Mobil ini memiliki kompartemen atau tempat penyimpanan yang sangat banyak, baik di bagian pintu maupun di konsol tengah.

Juga di tengah baris pertama adalah tempat gelas yang menampung dua botol air mineral. Di tengahnya, Creta juga dilengkapi dengan sandaran tangan berlapis kulit dan di belakangnya ada tempat penyimpanan lain.

Untuk jok atau joknya, Hyundai Creta menggunakan model jok setengah ember. Oleh karena itu, tidak hanya terlihat sporty, tetapi juga nyaman digunakan.

Joknya dilapisi bahan leatherette dengan bentuk honeycomb atau sarang lebah di bagian belakang.

Begitu juga dengan jok baris kedua, trim yang digunakan sama dengan yang ada di baris pertama. Di bagian tengah, sandaran juga bisa diturunkan menjadi sandaran tangan dan juga dilengkapi dengan tempat cangkir.

Secara umum, interior Hyundai Creta terlihat stylish. Namun di beberapa bagian juga menimbulkan kesan sport. Sesuai dengan sifat SUV yang dapat digunakan tidak hanya untuk performa yang elegan tetapi juga dapat diandalkan.

Hyundai Creta hadir dalam empat varian yaitu Active, Trend, Style dan Prime. Pilihan warna yang ditawarkan juga sangat beragam. Adapun harga resminya, mobil ini dijual mulai dari Rp 279 juta (OTR Jakarta) hingga Rp 399 juta (OTR Jakarta).

Mitsubishi setuju mobil listrik harus murah

Persaingan mobil ramah lingkungan di Indonesia ke depan diharapkan semakin semarak dan menarik untuk disimak, mengingat masih sedikitnya produsen mobil yang bermain di sektor ini. Kini, perlahan tapi pasti, Mitsubishi Indonesia mulai melebarkan sayap dengan menghadirkan Minicab-MiEV yang diharapkan bisa menjadi salah satu pilihan kendaraan listrik termurah Mitsubishi.

Pada Virtual Annual Media Forum MMKSI 2022, Mitsubishi mengaku saat ini sedang melakukan kajian untuk dapat menawarkan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dengan harga murah, serta durabilitas dan kualitas terbaik.

“Ya yang paling penting (mobil listrik dengan harga jual murah), harga benar-benar jadi acuan MMKSI. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kami memberikan mobil dengan daya tahan, kualitas terbaik kepada masyarakat, yang menurut Direktur Strategi Produk PT MMKSI, Hiraku Mii, konsumen diuntungkan oleh konsumen.

“Saat ini kami memiliki kemitraan (PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek, DHL Supply Chain Indonesia), sehingga kami harus memastikan bahwa mitra kami merasa nyaman mengendarai mobil kami,” tambah Mai.

Bisa dikatakan Mitsubishi cukup beruntung menghadirkan mobil listrik minicab-MiEV-nya di Indonesia, karena Mitsubishi MiEV langsung diuji coba oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kendaraan tersebut kini telah diserahkan kepada empat perusahaan untuk studi kelayakan kendaraan niaga listrik kelas kei-car di Indonesia.

Kerjasama ini terwujud setelah PT Mis Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek dan DHL Supply Chain Indonesia, sebagai kelanjutan dari komitmen Mitsubishi Motors terhadap percepatan kendaraan listrik.

Berdasarkan ketentuan MoU, MMKSI akan memasok satu unit Mitsubishi Minicab-MiEV, model yang saat ini dijual di pasar Jepang untuk penelitian dan penggunaan, dan mitra akan menggunakan kendaraan tersebut untuk jangka waktu enam bulan di wilayah logistik yang lebih besar. operasi. daerah Jakarta.

Studi ini bertujuan untuk memahami dan mengeksplorasi aplikasi komersial untuk kendaraan listrik, dengan memverifikasi data penggunaan aktual, termasuk jarak tempuh, riwayat pengisian, dan rute pengiriman. Gojek, misalnya, akan menggunakan Minicab-MiEV dalam kegiatan belajar bersama selama lebih dari enam bulan. Kegiatan belajar tidak dijelaskan lebih detail.

“Kolaborasi studi percontohan bersama ini merupakan tonggak terbaru dalam komitmen berkelanjutan Mitsubishi Motors untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dan proses menuju kontribusi kendaraan tanpa emisi melalui penggunaan kendaraan listrik baterai.

Sehubungan dengan kajian Minicab-MiEV ini, penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada mitra korporat terkemuka PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek dan DHL Supply Chain Indonesia, termasuk Pemerintah Indonesia yang secara positif mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik.

bahwa “Mengeksplorasi penggunaan model mobil” kata Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT MMKSI dalam siaran persnya. Kendaraan listrik komersial Mitsubishi Motors telah diperluas ke skala yang lebih besar di Indonesia.”

Spesifikasi Minicab-MiEV yang akan digunakan dalam joint study ini adalah, 4-seater, 2WD. Meski kecil, jaraknya cukup jauh yakni mencapai 150 kilometer dengan mengusung baterai 16 kWh.

Sebagai kendaraan komersial, Minicab-MiEV menawarkan sejumlah keunggulan. Salah satunya dengan menekan biaya operasional. Mobil ini juga dapat diandalkan di jalan yang sempit karena tikungannya yang kecil 4,3 meter. Minicab-MiEV diklaim cocok untuk melintas di jalan terjal berkat torsi instannya sebesar 196Nm yang disalurkan dari motor listrik 30kW.

 

 Tesla Inc (TSLA.O)                 Mobil listrik Wuling buatan Indonesia